Manajer Manchester City, Pep Guardiola, mengakui bahwa keputusan membawa kembali Rodri terlalu cepat setelah cedera ACL musim lalu adalah sebuah kesalahan. Pemulihan Rodri memang belum sempurna, karena cedera hamstring yang dideritanya di Piala Dunia Antarklub 2025 membuat prosesnya mundur beberapa kali.

Rodri sempat kembali pada September, tetapi jadwal padat membuatnya kembali menepi cukup lama. Meski begitu, pemain asal Spanyol ini perlahan menemukan ritmenya. Dari 12 skuad terakhir Man City, ia masuk 11 kali dan hanya absen satu kali akibat kartu merah saat menghadapi Bodø/Glimt.
Guardiola menegaskan bahwa keinginan untuk segera menurunkan Rodri, termasuk dari sang pemain sendiri, membuat proses pemulihan menjadi lebih panjang. “Kembali terlalu cepat. Itu pelajaran bagus bahwa manusia punya proses dalam pemulihan,” ujar Guardiola, menekankan bahwa setiap cedera butuh waktu yang tepat untuk pulih sepenuhnya.
AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!
![]()
Proses Pemulihan Tak Bisa Digeser
Pelatih asal Spanyol itu menekankan bahwa setiap pemain memiliki ritme pemulihan berbeda. Tidak semua bisa langsung kembali ke performa maksimal, meski secara medis dinyatakan siap. Ia mencontohkan pemain lain seperti Bernardo Silva yang bisa pulih lebih cepat, sementara Rodri membutuhkan waktu lebih lama.
Guardiola menyebut, cedera membutuhkan waktu penuh agar pemain bisa benar-benar pulih, termasuk aktivitas ringan seperti berenang atau mendaki. Kesalahan Man City adalah memaksakan Rodri kembali bermain lebih cepat dari seharusnya. “Dia masih belum di level terbaik, tapi suasana hati dan latihannya menunjukkan kemajuan,” jelasnya.
Man City pun belajar dari pengalaman ini agar kesalahan yang sama tidak terulang. Guardiola menegaskan bahwa pemulihan yang tepat sangat penting, terutama bagi pemain kunci seperti Rodri, yang peranannya vital dalam mengatur lini tengah tim.
Baca Juga: James Trafford Jadi Incaran Klub Inggris Setelah Terpinggirkan di Man City
Kombinasi Rodri dan Bernardo Kunci Skuad

Dalam beberapa pertandingan terakhir, Rodri kembali berduet dengan Bernardo Silva di lini tengah. Kombinasi pengalaman keduanya menjadi kunci saat Man City menghadapi periode sulit akibat cedera pemain lain. Kehadiran Ruben Dias di lini belakang juga menambah stabilitas skuad.
Guardiola menekankan pentingnya pengalaman Rodri dan Bernardo, terutama saat menghadapi tim besar seperti Newcastle United. Mereka mampu membaca tempo permainan dan memahami strategi lawan, sehingga Guardiola tidak perlu banyak memberi instruksi selama pertandingan.
Meskipun banyak pemain baru di skuad musim ini, kehadiran Rodri dan Bernardo membantu menjaga keseimbangan tim. Mereka menjadi panduan bagi pemain muda dalam memahami detail permainan, termasuk strategi pra-pertandingan dan pasca-pertandingan.
Harapan Man City Menjelang Fase Penentuan
Dengan Rodri yang mulai mendekati performa terbaik dan pengalaman Bernardo Silva, Man City berharap kesalahan soal pemulihan cedera tidak terulang. Guardiola menyadari musim ini menuntut konsistensi tinggi karena tim bersaing di empat ajang berbeda.
Fokus utama tetap menjaga kondisi pemain kunci agar siap menghadapi laga besar, terutama saat musim memasuki fase penentuan gelar Premier League dan kompetisi Eropa. Strategi manajemen cedera kini lebih hati-hati untuk memastikan semua pemain penting tetap fit dan siap di momen krusial.
Guardiola optimistis dengan ritme Rodri yang mulai stabil dan pengalaman Bernardo Silva, skuad Man City memiliki peluang lebih baik untuk mempertahankan performa tinggi hingga akhir musim. Dengan kesalahan masa lalu sebagai pelajaran, mereka kini lebih berhati-hati dalam mengelola pemain dan jadwal padat. Manfaatkan waktu luang Anda untuk mengeksplor berita Manchester City menarik lainnya di mancityfootballpro.com.
