Perburuan Gelar Belum Usai Man City Terus Mengintai

Manchester City kembali berada di situasi yang tidak asing masih hidup dalam persaingan gelar Liga Inggris meski jalannya penuh tekanan. Musim ini memang tidak sepenuhnya berjalan mulus, namun posisi mereka masih cukup dekat untuk terus memberi ancaman kepada pemuncak klasemen.

Perburuan Gelar Belum Usai Man City Terus Mengintai

Pep Guardiola pernah mengalami kondisi serupa pada April 2022 saat menghadapi Liverpool. Hasil imbang 2-2 kala itu terasa seperti kesempatan emas yang terbuang, karena kemenangan bisa memberi kendali penuh atas gelar. Guardiola bahkan mengakui timnya seperti membiarkan rival tetap “hidup”.

tebak skor hadiah pulsa 100k  

Namun, pengalaman itu juga mengajarkan bahwa persaingan belum berakhir sampai peluit terakhir musim dibunyikan. Meski Liverpool terus menekan, Man City justru mampu bertahan dan keluar sebagai juara di akhir musim.

AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!

aplikasi shotsgoal  

Situasi Kini yang Tak Jauh Berbeda

Musim ini, ketegangan memang belum sedramatis dua tahun lalu, tetapi pola persaingannya terasa mirip. Man City sempat tertinggal lima poin dari Arsenal sebelum pergantian tahun, situasi yang membuat banyak pihak mulai meragukan peluang mereka.

Serangkaian hasil kurang konsisten, termasuk kegagalan di derbi Manchester, sempat memperlebar jarak. Namun perlahan, City mulai meninggalkan periode sulit tersebut dan kembali mendekat dengan selisih kini hanya empat poin.

Kemenangan 2-0 atas Wolverhampton menjadi suntikan moral penting. Hasil itu mengakhiri rangkaian performa kurang meyakinkan dan mengembalikan kepercayaan diri skuad Guardiola di momen krusial.

Baca Juga: Manchester City Bangkit: Kemenangan 2-0 Atas Wolves Menjadi Angin Segar

Celah Kecil yang Masih Terbuka

Perburuan Gelar Belum Usai Man City Terus Mengintai

Arsenal memang terlihat lebih stabil, tetapi performa mereka juga tidak sepenuhnya sempurna. Dalam beberapa laga terakhir, The Gunners kehilangan poin penting dari pertandingan yang seharusnya bisa dimenangkan. Hal ini membuka celah kecil yang bisa dimanfaatkan Man City.

Guardiola tentu paham, dalam persaingan ketat, satu atau dua hasil buruk saja bisa mengubah peta klasemen secara drastis. Sejarah membuktikan bahwa tekanan justru sering menjadi bahan bakar Man City. Pada musim-musim sebelumnya, mereka mampu bangkit saat berada di posisi tertekan, sementara rival justru goyah di momen penentuan.

Ujian Berat Menentukan Nasib

Tantangan Man City ke depan jelas tidak mudah. Mereka harus bertandang ke markas Tottenham Hotspur, lawan yang kerap merepotkan, lalu menghadapi Liverpool di Anfield, stadion yang jarang memberi kenangan manis bagi City.

Di sisi lain, Arsenal dihadapkan pada jadwal yang di atas kertas lebih ringan. Namun, tekanan menjaga posisi puncak justru sering menjadi ujian tersendiri, terutama jika bayang-bayang City terus mendekat.

Guardiola memahami dinamika ini dengan sangat baik. Selama peluang masih ada, Man City tidak akan menyerah. Sejarah, pengalaman, dan mental juara membuat The Citizens tetap hidup dan siap memanfaatkan setiap kesalahan sekecil apa pun dalam perburuan gelar Liga Inggris musim ini. Simak terus pembahasan machester city terupdate lainnya hanya di mancityfootballpro.com.