Bayer Leverkusen membuat kejutan besar dengan mengalahkan Manchester City 2-0 di Liga Champions. Dibawah ini akan ada penjelasan tentang berita Manchester City menarik lainnya di MANCITY FOOTBALL PRO.

Tim asuhan Kasper Hjulmand tampil disiplin dan penuh keberanian, memanfaatkan rotasi pemain City yang ekstrem. Kemenangan ini menjadi salah satu momen paling diingat bagi klub Jerman tersebut.
Manchester City memasuki laga dengan XI yang banyak dirotasi, termasuk absennya Haaland, Foden, dan Dias. Strategi ini justru menjadi bumerang, karena tim cadangan kesulitan menghadapi intensitas permainan Leverkusen sejak awal.
AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!
![]()
Alex Grimaldo membuka skor dengan tembakan spektakuler, sementara Patrick Schick menggandakan keunggulan lewat sundulan cerdas di babak kedua. Upaya City untuk membalas, termasuk masuknya Haaland, tak mampu membalikkan momentum.
Keberanian Leverkusen Menuai Hasil
Hjulmand memuji keberanian timnya setelah laga bersejarah ini. Ia menekankan bagaimana tim menunjukkan filosofi permainan mereka, tetap percaya diri melawan salah satu klub terbaik Eropa. Kemenangan ini menjadi bukti bahwa kerja keras dan strategi matang bisa mengalahkan tim besar.
“Ini malam yang akan kita ingat lama,” ujar Hjulmand. Ia menambahkan bahwa hasil ini memberi tim arah dan motivasi untuk berkembang lebih jauh di kompetisi Eropa. Kepercayaan diri pemain meningkat setelah menunjukkan performa dominan di kandang lawan.
Keberhasilan ini juga menunjukkan bahwa skuad muda Leverkusen mampu tampil solid dan percaya diri, bahkan menghadapi tekanan besar. Moral tim meningkat menjelang laga-laga penting berikutnya, termasuk pertandingan domestik di Bundesliga.
Baca Juga: Kritik Guardiola Menggema Usai Kekalahan di Markas Newcastle
Guardiola Akui Rotasi Terlalu Berisiko

Pep Guardiola mengambil tanggung jawab atas kekalahan ini. Ia mengakui bahwa melakukan rotasi ekstrem adalah kesalahan besar, meskipun niatnya adalah melibatkan semua pemain dalam musim panjang yang padat.
“Saya mengambil tanggung jawab penuh. Terlalu banyak perubahan,” kata Guardiola. Ia menjelaskan bahwa pemain yang jarang bermain sulit menjaga ritme, dan strategi ini justru merugikan tim.
Kekalahan ini menjadi pengingat bagi City bahwa terlalu banyak rotasi, terutama di Liga Champions, bisa berisiko tinggi. Guardiola tetap menekankan pentingnya tim besar untuk menjaga semua pemain terlibat, namun kali ini strategi itu gagal.
Harapan Kualifikasi Leverkusen Meningkat
Kemenangan ini memberi Leverkusen keunggulan besar dalam upaya lolos ke fase knock-out. Setelah awal yang goyah di Liga Champions, tim ini kini mengumpulkan delapan poin dari lima pertandingan dan berada di jalur yang tepat untuk 16 besar.
Hasil ini juga menambah kepercayaan diri tim menjelang laga-laga penting Bundesliga. Moral tim meningkat dan menunjukkan bahwa mereka bisa bersaing menghadapi lawan top Eropa, bahkan di stadion tandang.
Dengan kombinasi keberanian, disiplin, dan eksekusi strategi yang matang, Leverkusen kini menjadi tim yang sulit diremehkan. Momentum ini membuka peluang besar bagi mereka untuk melanjutkan perjalanan mengejutkan di Liga Champions musim ini. Manfaatkan waktu luang Anda untuk mengeksplor berita Manchester City menarik lainnya di mancityfootballpro.com.
